Translate

Jumat, 21 Januari 2011

Memihak Kepada Apa Yang Tidak Dapat Digoncangkan

(Yesaya 58:9b-14, Mazmur 103:1-8, Ibrani 12:18-29, Lukas 13:10-17)

Kekuatan jemaat-jemaat Tuhan bukan berdasarkan pada kekuatan organisasi, dana dan sumber dayanya, tetapi dari Kristus yang adalah Tuhan yang tak digoncangkan oleh alam maut. karena itu gereja Tuhan tidak boleh bersandar kepada sistem organisasi dana dan kepandaian manusia yang berada di dalamnya. Mereka semua rapuh dan mudah tergoncang. Gereja Tuhan tidak beleh berpijak di atas "petros" (manusia batu karang), tetapi seharusnya berpijak kepada Kristus, sang "petra" atau kristus yang adalah batu pnjuru yang kekal. Kecenderungan untuk mengkultus-individukan seseorang atau sekelompok orang bukan hanya harus dihindari tetapi secaara sengaja harus disingkirkan. Karena itu yang utama dari spiritualitas yang berpijak kepada yang tak tergoncangkan adalah fokus hidup setiap umat yang tertuju kepada Kristus.

fokus hidup tersebut akan memampukan setiap umat untuk memahami kehadiran diri Allah yang empatis dan berbela rasa. Umat juga akan mengalami karya pemulihan Allah yang membebaskan diri mereka dari situasi "kebongkokan spiritualitas".

Selain itu kita selaku jemaat Tuhan yang berjuang di tengah-tengah dunia ini tidak boleh menyerah ketika kita dihambat untuk menyatakan karya keselamatan Allah. Sebagaimana Kristus juga dihambat oleh kepala rumah ibadat, maka gereja Tuhan juga akan mengalami penghambatan atau penolakan oleh kuasa dunia ini. sejauh kita selaku gereja Tuhan sungguh-sungguh konsisten untuk setia kepada panggilan kita menghadirkan damai sejahtera Allah ditengah kehidupan umat manusia, kita tidak boleh kecil hati atau gentar ketika kita dihambat atau dirintangi. Karena itu kita harus tahu secara persis dan obyektif apakah rintangan atau hambatan tersebutdisebabkan oleh pola pendekatan dan pola komunikasi kita yang kurang bijaksana, ataukah memang hambatan tesebut terjadi karena kita konsisten dengan nilai-nilai iman Kreisten yaitu sikap kasih sebagaimana yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus.

Jika demikian maka seluruh jemaat Allah kini dipanggi untuk senantiasa konsisten dalam memberlakukan kasih dan keadilan dengan membela setiap orang yang tertindas dan lemah tanpa mempedulikan latar belakang suku, etnis dan agama. Sehingga dengan pelayanan, kita dimampukan untuk membebaskan sesama yang mengalami "kebongkokan rohani" dan membawa setiap orang untuk bersandar kepada Kristus yang tak tergoncangkan. Jika pangggilan ini dapat terwujud maka kita dapat menjadi jemaat yang membawa rahmat Allah dan pembebas bagi sesama kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar